Gue mau share sedikit tentang life mapping (peta kehidupan). mungkin kalian bingung apa itu life mapping? dan apa gunanya?
Life mapping itu istilahnya "cetak biru" tentang target apa saja yang ingin kita capai di masa depan nanti. Biasanya dirinci berdasarkan umur, per tahun atau yang lainnya. Life mapping sendiri membantu kita untuk tetap fokus pada jalur yang benar untuk mencapai cita-cita dan memberi motivasi agar apa yang kita rencanakan dapat tercapai.
Life mapping itu sama seperti ketika akan melakukan traveling, kita harus menentukan hal-hal berikut ini :
Tempat Asal: Siapa Diri Anda
Dalam menggunakan peta pasti ada titik awal. Titik awal kita adalah siapa diri kita sekarang ini. Kebanyakan
orang ketika diminta memperkenalkan diri akan berkata, “Halo, nama saya
Dewi, 25 tahun, pegawai swasta.” Ini sebenarnya tidak memperlihatkan
siapa si Dewi sebernarnya. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui kepercayaan, nilai, dan prinsip di luar keadaan ekonomi, budaya, atau profesi kita.
Tujuan: Ingin Menjadi Apa
Kita ingin menjadi apa nantinya, inilah visi Anda. Agar bisa mengetahui
jawabannya, maka kita perlu mengenal diri sendiri terlebih dahulu,
sehingga kita tahu mana yang ingin kita ubah. Tujuan kita sebaiknya
meliputi berbagai hal, seperti fisik, emosi, intelektual, dan juga
spiritual.
Kendaraan: Misi Kita
Untuk bisa mencapai tujuan, kita perlu kendaraan. Misalnya Dewi ingin
menjadi dokter, maka kendaraanya adalah kuliah di jurusan kedokteran.
Untuk memilih kendaraan juga tergantung sejauh mana kita mengerti akan
kemampuan kita.
Travel Bag: Pengetahuan, Keahlian, dan Sikap
Dalam travel bag, biasanya ada makanan, minuman, dan obat-obatan sebagai
bekal. Dalam perjalanan hidup, kita perlu berbekal pengetahuan,
keahlian, dan sikap. Ini akan membantu kita dalam mewujudkan visi kita.
Lagi-lagi kita perlu mengetahui tingkat pengetahuan, keahlian, dan sikap
diri sendiri, agar dalam perjalanannya kita tahu apa yang harus kita
tingkatkan.
Landmark dan Rute: Objektif Kita
Landmark dalam perjalanan hidup kita adalah petunjuk yang menentukan
bahwa kita telah berada pada jalur yang tepat, sedangkan rute menentukan
lama waktu perjalanan. Landmark adalah ukuran kesuksesan kita. Ukuran
tersebut haruslah spesifik, dapat diukur, bisa dicapai, realistis, dan
terikat waktu.
Kita tak bisa punya dua landmark, seperti misalnya
meraih gelar master dan doctor dalam waktu dua tahun. Dalam contoh Dewi
tadi, dia menentukan landmark, yaitu: selesai kuliah umur 22 tahun, dan
menjadi dokter spesialis bedah pada umur 30 tahun.
Antisipasi Belokan, Putaran, dan Lubang di Jalan
Tujuan life mapping adalah
mencegah kita bertindak tergesa-gesa dan tak beraturan. Tapi, kadang
rencana kita bisa berubah seiring perjalanan kita karena situasi
tertentu. Hidup seperti layaknya jalan, ada belokan, putaran, tanjakan,
dan lubang. Kita harus mampu mengantisipasi hal-hal tersebut, dan kita
juga harus bisa menyesuaikan keadaan ketika ada perubahan jalur.
Sumber : http://www.justelsa.com/2008/07/life-mapping-sebagai-visi-sukses.html
Semoga bermanfaat..
Salam Super..







