Senin, 13 Agustus 2012

Life Mapping

Gue mau share sedikit tentang life mapping (peta kehidupan). mungkin kalian bingung apa itu life mapping? dan apa gunanya?

Life mapping itu istilahnya "cetak biru" tentang target apa saja yang ingin kita capai di masa depan nanti. Biasanya dirinci berdasarkan umur, per tahun atau yang lainnya. Life mapping sendiri membantu kita untuk tetap fokus pada jalur yang benar untuk mencapai cita-cita dan memberi motivasi agar apa yang kita rencanakan dapat tercapai.

Life mapping itu sama seperti ketika akan melakukan traveling, kita harus menentukan hal-hal berikut ini :

Tempat Asal: Siapa Diri Anda

Dalam menggunakan peta pasti ada titik awal. Titik awal kita adalah siapa diri kita sekarang ini. Kebanyakan orang ketika diminta memperkenalkan diri akan berkata, “Halo, nama saya Dewi, 25 tahun, pegawai swasta.” Ini sebenarnya tidak memperlihatkan siapa si Dewi sebernarnya. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui kepercayaan, nilai, dan prinsip di luar keadaan ekonomi, budaya, atau profesi kita.

Tujuan: Ingin Menjadi Apa


Kita ingin menjadi apa nantinya, inilah visi Anda. Agar bisa mengetahui jawabannya, maka kita perlu mengenal diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kita tahu mana yang ingin kita ubah. Tujuan kita sebaiknya meliputi berbagai hal, seperti fisik, emosi, intelektual, dan juga spiritual.

Kendaraan: Misi Kita

Untuk bisa mencapai tujuan, kita perlu kendaraan. Misalnya Dewi ingin menjadi dokter, maka kendaraanya adalah kuliah di jurusan kedokteran. Untuk memilih kendaraan juga tergantung sejauh mana kita mengerti akan kemampuan kita.

Travel Bag: Pengetahuan, Keahlian, dan Sikap

Dalam travel bag, biasanya ada makanan, minuman, dan obat-obatan sebagai bekal. Dalam perjalanan hidup, kita perlu berbekal pengetahuan, keahlian, dan sikap. Ini akan membantu kita dalam mewujudkan visi kita. Lagi-lagi kita perlu mengetahui tingkat pengetahuan, keahlian, dan sikap diri sendiri, agar dalam perjalanannya kita tahu apa yang harus kita tingkatkan.

Landmark dan Rute: Objektif Kita

Landmark dalam perjalanan hidup kita adalah petunjuk yang menentukan bahwa kita telah berada pada jalur yang tepat, sedangkan rute menentukan lama waktu perjalanan. Landmark adalah ukuran kesuksesan kita. Ukuran tersebut haruslah spesifik, dapat diukur, bisa dicapai, realistis, dan terikat waktu.

Kita tak bisa punya dua landmark, seperti misalnya meraih gelar master dan doctor dalam waktu dua tahun. Dalam contoh Dewi tadi, dia menentukan landmark, yaitu: selesai kuliah umur 22 tahun, dan menjadi dokter spesialis bedah pada umur 30 tahun.

Antisipasi Belokan, Putaran, dan Lubang di Jalan  

Tujuan life mapping adalah mencegah kita bertindak tergesa-gesa dan tak beraturan. Tapi, kadang rencana kita bisa berubah seiring perjalanan kita karena situasi tertentu. Hidup seperti layaknya jalan, ada belokan, putaran, tanjakan, dan lubang. Kita harus mampu mengantisipasi hal-hal tersebut, dan kita juga harus bisa menyesuaikan keadaan ketika ada perubahan jalur.



Sumber : http://www.justelsa.com/2008/07/life-mapping-sebagai-visi-sukses.html  

Semoga bermanfaat..

Salam Super..

Jumat, 03 Agustus 2012

Buta Warna

Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis.
Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebaut sex linked.
Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Ada tiga macam trikomasi yaitu:
Jenis buta warna inilah yang paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya.
Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:
  • -protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang,
  • -deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerujut yang peka terhadap hijau, dan
  • -tritanopia untuk warna biru.
Sedangkan monokromasi ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis typical dan sedikit warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Buta_warna

Apakah kalian buta warna? pengen tau cara ngetesnya? nih gue kasih..

Pada umumnya untuk mengetahui kalian buta warna atau tidak cukup simple, yaitu dengan metode buku Ishihara. Buku ini mempunyai berbagai macam pola dan warna yang akan membentuk suatu angka dan hanya orang normal yang bisa melihat angka tersebut. Nih contohnya :



Gimana? bisa liat angkanya nggak? kalo nggak bisa, kemungkinan kalian buta warna. Jawaban dari gambar di atas adalah 45, 6, 56, 5, 25, dan 29..

Buta warna sendiri tidak bisa disembuhkan, jadi jangan percaya kalo ada dokter yang bisa menyembuhkan buta warna. Tapi jangan berkecil hati terus bunuh diri..hehe..karena buta warna masih bisa diminimalisir, tentunya dengan sering-sering membaca buku Ishihara.

Sekian dulu deh... 

Enjoy...